"Bukan Waktu Kini"
Ingat cerita saya waktu bertemu dengan Tuti? Dua minggu kemudian Tuti bertemu dengan Lulu, temannya. Mereka bercakap-cakap. Lulu: Hai Tuti. Apa kabar? Tuti: Buruk sekali. Lulu: Ada apa? Tuti: Saya putus dengan pacar saya. Lulu: Waduh, kenapa? Tuti: Mulanya sih karena pacar saya membatalkan janjinya. Lulu: Kapan itu? Tuti: Dua minggu yang lalu. Kami sudah buat janji satu minggu sebelumnya, dan satu hari sebelumnya saya sudah menelepon dia untuk tanya kepastian. Eh, waktu saya sedang siap-siap, dia menelepon untuk membatalkan janji! Bayangkan, hanya satu jam sebelumnya! Katanya dia sibuk sekali. Lulu: Mungkin saja dia memang sibuk. Kalian kan bisa nonton di lain waktu. Tuti: Betul. Dia ingin buat janji untuk nonton satu minggu sesudahnya. Sayang, satu minggu sesudahnya itu waktu ujian saya. Saya tidak mau kemana-mana karena saya harus belajar dan buat paper. Lulu: Lalu? Tuti: Eh, giliran pacar saya itu yang marah. Selama dua minggu terakhir ini, kami terus bertengkar di telepon. Akhirnya, kemarin kami putus.
 |
|
|
|
|